Tips Mengajukan Pinjaman Uang untuk Dana Darurat

Keadaan ekonomi saat pandemi ini masih dalam suatuasi yang sulit untuk diprediksi. Tak ayal kemudian jika perubahan yang masif ini membawa dampak yang signifikan pada keadaan finansial masyarakat, baik itu untuk level perorangan, maupun level keluarga. Karenanya kemudian banyak yang mulai mencanangkan pinjaman uang berbasis dana darurat.

Nah, bagaimanakah kiat melakukan pinjaman uang untuk dana darurat agar tidak memberatkan? Artikel ini akan membahasnya untuk Kamu.

Tips Pengajuan Pinjaman Uang untuk Dana Darurat

Pinjaman uang untuk dana darurat berbeda dengan tabungan. Dana ini dipersiapkan memang untuk digunakan pada masa-masa darurat. Berbeda dengan pinjaman uang tabungan yang disimpan untuk keperluan tertentu di masa mendatang.

Penggunaan dana darurat akan menghindarkan Kamu dari kebangkrutan di tengah jalan. Kamu tetap bisa menutupi biaya yang terjadi secara dadakan, tanpa harus mengeruk dana simpananmu di masa depan. Berikut adalah kiat pengajuan pinjaman uang untuk dana daruratmu.

1. Menganalisa keadaan finansial

Melakukan pinjaman uang untuk dana darurat tidak boleh sampai memberatkan. Nominal pinjaman uang harus masuk dalam jangkauan pemasukan dan penggunaan uang tiap bulan yang Kamu miliki. Jangan sampai pinjaman uang untuk dana darurat malah membuat keadaanmu menjadi lebih terlilit, dan mengobrankan kebutuhan primer lainnya.

Karena itu tips pertama yang harus kamu lakukan sebelum melakukan pinjaman uang untuk dana darurat adalah melakukan analisa terhadap keadaan finansialmu.

Pemasukan yang Kamu miliki akan dibagi menjadi beberapa tujuan, yaitu kebutuhan hidup sehari-hari, tabungan, cicilan, dana kesehatan dan hiburan. Nah, jumlah dari pinjaman uang untuk cicilan ini tidak boleh lebih dari 20% atas total pemasukan yang kamu miliki.

Proyeksikanlah keadaan finansialmu dalam bentuk nominal yang jelas. Agar di kemudian hari Kamu tidak kepayahan untuk melakukan pelunasan pinjaman uang.

2. Sesuaikan dengan cicilan lainnya

Beban pinjaman uang cicilan yang Kamu tanggung tiap bulannya tentu saja bisa sangat beragam, bukan hanya dana darurat saja. Karena itu dalam menentukan jumlah pinjaman uang dana darurat, harus kamu sesuaikan dengan seluruh cicilan yang kamu miliki.

Direkomendasikan tidak melebihi 20% dari keseluruhan pemasukan yang ada. Karena ini sifatnya dana darurat, jangan sampai menggangu pemenuhan kebutuhan yang utama setiap harinya.

Sebagai tips tambahan, sebelum kamu melakukan pinjaman darurat kamu bisa menyelesaikan dulu pembayaran tagihan lainnya yang kamu miliki. Dengan begini, jumlah dana darurat yang memungkinkan untuk kamu ajukan akan jadi lebih besar.

3. Selektif memilih tempat pinjaman

Saat ini media pinjaman uang sangat beragam. Semuanya menawarkan kemudahan disertai dengan nominal yang menggiurkan. Di masa yang susah seperti sekarang, tentu saja ini dapat menjadi angin segar. Namun Kamu harus selektif untuk memilih mana yang terpercaya.

Pemilihan ini bisa dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal, yang pertama perusahaan pendukungnya, yang kedua sistem pinjaman uang, yang ketiga rincian bunga dan pembayarannya, yang keempat perihal sanksi dan jatuh temponya dan yang terakhir adalah jaminan dan asset yang diminta.

Selain peminjaman dana secara langsung, saat ini sistem pinjaman dana online juga sudah menjamur di mayarakat. Poin utama yang harus Kamu pastikan dari tiap unit pinjaman uang online adalah verifikasi yang sah dari Otoritas Jasa Keuangan di Indonesia. Tanpa ini, sebuah badan pengelola keuangan tidak memiliki dasar yang valid mengenai validitas operasional yang dijalankan.

Beberapa hal di atas adalah cara terbaik yang bisa kamu jadikan pembanding, untuk mengetahui apakah tempat pinjaman uang tersebut terpercaya atau malah sumber keuangan yang bodong.

4. Kalkulasi dan proyeksi pinjaman

Setelah melakukan analisa keadaan finansial, kemudian memilih sumber pendanaan, lalu mencocokkan dengan jenis pinjaman yang ada, maka selanjutnya adalah menuangkannya dalam bentuk kalkulasi dan proyeksi pinjaman uang. Tujuannya adalah untuk memeriksa kembali kesesuaian perencanaan pinjaman. Seluruh pertimbangan ini akan digandengkan dengan beban bunga dan juga rentang waktu peminjaman.

Kalkulasikanlah pokok pinjaman dengan bunga dan rentang waktunya. Hal ini akan memudahkan Kamu untuk mempertimbangkan berapakah nominal yang masih sanggup untuk dibayar, dan berapa lama sekiranya masa tenor yang paling pas. Biasanya masa tenor yang paling lama adalah yang paling umum untuk diambil. Namun hal ini kembali lagi paya hasil proyeksi pinjaman uang yang kamu lakukan.

5. Memulai melalui jenis pinjaman yang tepat

Langkah terakhir adalah memulai pinjaman uang, dengan syarat memilih jenis pinjaman yang tepat. Tugasmu adalah mencari tahu dengan saksama manakah jenis yang paling sesuai dengan kemampuanmu tiap bulan. Jenis pinjaman yang tepat tidak akan memberatkan kamu dalam proses pelunasan cicilannya. Dan pastinya memiliki bunga pinjaman yang wajar, sesuai dengan rasio dana yang kamu ajukan.

Jenis pinjaman uang yang tepat juga dapat dinilai dari badan penyedianya. Selalu ingat untuk menggunakan jasa peminjaman yang kredibel, sebab nantinya Kamu akan menyerahkan seluruh data dan identitas penting yang Kamu miliki.

Salah satu badan peminjaman yang sudah terferivikasi oleh Otoritas Jasa Keuangan adalah Cekaja.com. Dengan sistem pengajuan yang sederhana, Cekaja.com mampu memberikan fasilitas keamanan yang mumpuni, sehingga calon nasabah tidak perlu khawatir atas keamanan dan kerahasiaan data yang diserahkan. Selain itu proses pinjaman yang diberlakukan cekaja.com sangat singkat, yaitu hanya membutuhkan waktu ferivikasi maksimal 1 kali 24 jam saja.

Itulah beberapa tips dasar yang bisa Kamu jadikan acuan sebelum melakukan pengajuan pinjaman uang untuk dana online. Langsung saja kunjungi https://www.cekaja.com/kredit-tanpa-agunan untuk peminjaman dana darurat yang kredibel bersama CekAja.com.