Ciri Pinjaman Online Terpercaya

Dewasa ini, menggunakan jasa pinjaman online tak lagi menjadi sesuatu yang tabu. Kemudahan akses adalah salah satu alasan mengapa popularitas layanan ini kian meroket. 

Berbagai situs pinjaman online dan bahkan aplikasi ponselnya kini telah bertebaran. Hanya dengan sekali klik, kamu bisa mengajukan pinjaman dana secara cepat dan mudah.

Banyak fintech dan juga bank konvensional yang kini merambah ranah layanan ini. Situs-situs semacam ini dapat kamu temukan dengan mudahnya. 

Nggak usah cemas, penyedia layanan pinjaman online ini tentu telah menyediakan berbagai kemudahan untuk nasabahnya.

Di antara puluhan bahkan ratusan situs penyedia layanan ini, kamu harus memilih dengan berhati-hati. 

Jangan karena bisa dilakukan semudah menjentikkan jari, lalu kamu sembarangan memilih situs pinjaman online. 

Akibatnya bisa fatal lho! Mulai dari mendapatkan bunga yang terlalu tinggi, hingga syarat yang tidak masuk akal. 

Jadi, bagaimana sih cara mengetahui situs pinjaman online yang baik? Berikut ini ada beberapa tips yang bisa kamu simak.

1. Terdaftar Secara Resmi di OJK

pinjamana online terdaftar OJK

Sebelum mengajukan pinjaman, terlebih dahulu pastikan bahwa situs atau fintech yang akan kamu pakai jasanya sudah terdaftar secara resmi di Otoritas Jasa Keuangan alias OJK. 

Situs atau fintech yang secara resmi telah terdaftar di OJK otomatis akan diawasi sehingga dapat meminimalisasi kemungkinan pelanggaran ketentuan yang bisa membahayakan kamu sebagai konsumen.

Situs pinjaman online ilegal alias yang tidak terdaftar di OJK tidak diatur dan terikat oleh regulasi, sehingga banyak sekali celah untuk mereka melakukan apapun, termasuk cara-cara yang merugikan kamu. 

Sebagai penyedia layanan, jika tidak terikat oleh regulasi resmi OJK, maka fintech hanya akan menitikberatkan kepada keuntungan mereka sendiri.

Sebagai contoh, fintech yang berada di bawah naungan OJK wajib hukumnya untuk mengikuti batasan bunga maksimum yang ditetapkan oleh AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia). 

Sedangkan fintech ilegal tentu tidak terikat oleh aturan ini, sehingga mereka bisa menetapkan suku bunga setinggi mungkin, sekehendak hati.

Selain aturan mengenai batas suku bunga, OJK juga mengatur pedoman dan tata cara penagihan yang wajar dan beretika. 

Sebuah fintech bisa dicabut izinnya jika terbukti melanggar pedoman tersebut.

Pada situs pinjaman online ilegal, tak ada aturan tertentu yang mengikat atau mengatur tentang penagihan pinjaman kepada konsumen. 

Hal ini kemudian bisa menempatkan konsumen seperti kamu dalam risiko yang tinggi, akibat adanya aktivitas penagihan yang kerap kali berada di luar batas kewajaran.

Meskipun banyak penyedia layanan situs pinjaman online yang memberikan janji manis, seperti batas situs pinjaman online yang besar, bunga yang rendah, atau proses yang kilat, kamu jangan mudah termakan rayuannya ya. 

Jika kamu tidak bisa memastikan bahwa fintech tersebut telah terdaftar di OJK, maka tentu saja fintech tersebut tidak terikat regulasi yang berlaku. Ujung-ujungnya, kamu sebagai konsumen akan menjadi pihak yang paling dirugikan.

2. Adanya Transparansi Situs Pinjaman Online

pinjaman online cekaja

Hal lain yang harus kamu pastikan sebelum mengajukan pinjaman di situs pinjaman online adalah adanya transparansi dari fintech yang kamu tuju. 

Ada banyak hal yang harus kamu ketahui sebelum kamu menyetujui untuk mengajukan pinjaman online. 

Di antaranya adalah jumlah pinjaman, jumlah pencairan, kewajiban pengembalian, tenor pinjaman, biaya layanan atau suku bunga, dan biaya provisi jika ada. 

Hal-hal ini biasanya terangkum dalam hal yang bisa kamu sebut sebagai kalkulator pinjaman.

Dengan adanya kalkulator pinjaman, kamu bisa melihat simulasi pinjaman yang akan kamu ajukan. 

Kamu bisa mengecek, berapa banyak dana yang akan turun, berikut bunga dan tenornya. 

Penghitungan bunga dan tenor tentu saja sangat penting supaya kamu dapat menghitung kemampuanmu untuk mengembalikan dana dalam tempo yang telah ditentukan. 

Jika ada biaya provisi, kamu juga akan mengetahui berapa besar uang yang akan turun jika kamu mengajukan jumlah pinjaman tertentu.

Situs pinjaman online yang menyediakan kalkulator pinjaman adalah penyedia layanan yang bertanggung jawab. 

Sebab, sebagai konsumen, sudah seharusnya kamu mengetahui biaya layanan atau biaya tersembunyi yang ada sebelum memutuskan untuk melanjutkan pengajuan pinjaman.

Selain kalkulator situs pinjaman online, yang harus kamu cermati adalah bagian syarat dan ketentuan, dan juga kebijakan privasi. Meskipun seabrek, jangan malas membaca ya. 

Dengan membaca bagian ini dengan cermat, kamu bisa melihat apakah ada kebijakan yang merugikanmu kelak, terutama mengenai kebijakan privasi. 

Jangan sampai hanya karena kamu mengajukan situs pinjaman online, data pribadi kamu bocor ke mana-mana karena kamu malas membaca kebijakan perusahaannya.

3. Memiliki Layanan Konsumen

pinjaman online layanan nasabah

Jika situs pinjaman online yang kamu pilih secara resmi telah terdaftar di OJK, maka perusahaan tersebut secara otomatis juga memiliki layanan konsumen. Hal ini telah ditetapkan oleh OJK sebagai salah satu peraturannya.

Tidak hanya pencairan dana yang bersifat 24 jam, layanan konsumen yang ada pun diharapkan juga dapat beroperasi selama 24 jam. Hal ini tentu untuk melindungi hak-hak kamu sebagai konsumen.

Selain layanan telepon yang jelas dan mudah dihubungi, perusahaan situs pinjaman online juga sebaiknya menampilkan alamat email dan alamat kantor secara rinci. Hal ini bertujuan supaya jika kamu mengalami masalah atau kendala, kamu dapat segera menghubungi penyedia layanan dan mendapatkan respon yang cepat.

Nah, demikianlah beberapa tips yang bisa kamu terapkan untuk memilih penyedia jasa pinjaman online yang terpercaya. Untuk melihat daftar situs pinjaman online mana saja yang direkomendasikan, kamu bisa lihat di sini https://www.cekaja.com/pinjaman-online.

Terimakasih dan salam sehat.

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS